EKONOMI HIJAU DAN BERKELANJUTAN : TREN INVESTASI YANG SEMAKIN BERKEMBANG

http://timeshighereducation.co.uk/news/universities-unveil-firm-pension-proposals/2016318.article

Dalam dunia yang terus berkembang, isu - isu lingkungan semakin mendapatkan perhatian yang lebih besar. Konsep ekonomi hijau dan keberlanjutan bukan hanya menjadi tren, tetapi juga merupakan elemen kunci dalam upaya kita untuk menjaga bumi yang kita tinggali. Investasi dalam ekonomi hijau telah menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Artikel ini akan menjelaskan mengapa ekonomi hijau dan keberlanjutan menjadi tren investasi yang semakin berkembang.

Apa yang Dimaksud dengan Ekonomi Hijau?

Ekonomi hijau adalah sebuah pendekatan ekonomi yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berdampak positif terhadap masyarakat. Ini berarti bahwa pertumbuhan ekonomi yang dikejar tidak hanya harus menguntungkan perusahaan dan investor, tetapi juga harus memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Perkembangan Green Investment Indonesia dan Penerapannya

Investasi hijau sudah menjadi fokus utama di berbagai macam negara, tidak terkecuali Indonesia. Terutama karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Contohnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, serta aneka tambang lainnya seperti kobalt dan litium.

Pengimplementasian invest ini dilakukan dengan cara membangun dan mengoperasikan industri hijau. Presiden Joko Widodo mengatakan kalau Indonesia akan membangun Kawasan Industri hijau di daerah Kalimantan Utara dan kawasan ini akan menjadi kawasan hijau paling besar yang ada di dunia serta akan menggunakan energi hijau dalam menggerakkan industrinya.

Program yang berhubungan dengan investasi hijau ini sudah dan akan terus berjalan. Program ini benar-benar tergantung dengan instansi, lembaga dan stakeholder yang menjalankannya. Badan perencanaan pembangunan nasional Indonesia sudah menyusun 4 program utama terkait dengan investasi ini:

1.    Energi

        Program yang dihasilkan oleh badan perencanaan pembangunan nasional ini bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mendukung sektor energi ,terutama pada sektor energi terbarukan serta efisiensi energi. Targetnya adalah untuk meningkatkan porsi ebt sampai 23% di tahun 2025. Terdapat tiga Fokus utama pada program ini, yaitu penggunaan limbah kelapa sawit menjadi energi, penggunaan sistem energi surya, dan berbagai macam solusi bioenergi.

2.    Landscape Berkelanjutan

    Program yang satu ini menggunakan basis landscape yang rujukannya adalah gambut. Aktivitas yang dilakukan pada program ini adalah mengembalikan ekosistem, memobilisasi pendanaan karbon hutan, membangun rantai pasokan berkelanjutan, mendekatkan masyarakat, pengolah hutan dan hutan yang dikelola, membentuk pasar baru, serta mendorong investasi pada model bisnis baru.

3.    Kawasan Ekonomi Khusus

    Tujuannya adalah untuk mengembangkan kerangka terpadu yang berhubungan dengan pedoman serta instrumen kebijakan sehingga rencana investasi hijau serta proyek yang layak dibiayai bisa didorong pelaksanaannya.

Manfaat Investasi dalam Ekonomi Hijau

Selain untuk melindungi lingkungan,ekonomi hijau memiliki manfaat luas di berbagai aspek. Berikut ini penjelasan mengenai manfaat – manfaat tersebut.

1.    Peningkatan Lapangan Pekerjaan

Investasi dalam ekonomi hijau diperkirakan mampu menciptakan lapangan kerja 7 – 10 kali lebih banyak dibanding investasi konvensional. Hal ini terjadi karena sektor – sektor hijau cenderung mengunakan lebih banyak tenaga kerja manusia alias padat karya.

2.    Pengurangan Limbah

Ekonomi hijau berkontribusidalam mengurangi limbah, dengan estimasi penurunan 18 – 52 persen dibanding bisnis konvensional. Ha ini berdampak penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 126 juta ton karbon dioksida.

3.    Ketahanan Pangan Lebih Stabil

Ekonomi hijau berdampak positif terhadap ketahanan pangan nasional. Dengan menerapkan prinsip – prinsip green economy, perubahan iklim yang dapat berdampak negatif terhadap hasil pertanian dan kelautan dapat dicegah sehingga ketahanan panan menjadi lebih stabil.

4.    Peningkatan Produk Domestik Bruto Indonesia

Selain membuka lapangan kerja baru, ekonomi hijau berpotensi meningkatkan produk domestic bruto (PDB) Indonesia secara signifikan. Berdasarkan kajian Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, penerapan ekonomi hijau dapat meningkatkan PDB Indonesia sekitar Rp. 593 triliun hingga Rp. 638 triliun pada 2030.

Kesimpulan

Ekonomi hijau dan keberlanjutan adalah tren investasi yang semakin berkembang, dan bukan sekadar tren sementara. Investasi dalam ekonomi hijau bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga merupakan cara cerdas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mendapatkan pengembalian modal yang baik. Dengan fokus pada praktik-praktik yang berkelanjutan, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik untuk planet ini sambil memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan.


 Referensi :

Kompas.com (5 November 2023). “Memahami Ekonomi Hijau dan Biru”. Diakses dari : Memahami Ekonomi Hijau dan Biru (kompas.com)

Qoala.app (30 April 2023). “Green Invesment Indonesia : Jenis, hingga Peluang”. Diakses dari : Green Investment Indonesia: Jenis, hingga Peluang (qoala.app)

Koran.tempo (14 Juli 2023). “Pengertian Ekonomi Hijau, Konsep, Tujuan, dan Manfaatnya”. Diakses dari : Pengertian Ekonomi Hijau, Konsep, Tujuan, dan Manfaatnya - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.co


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama