EKONOMI BERKELANJUTAN : MENGINTIP INVESTASI HIJAU DAN ESG

 


https://www.istockphoto.com/id/vektor/lingkungan-sosial-tata-kelola-perusahaan-kriteria-esg-investasi-berkelanjutan-dan-gm1358013008-431759035

Perusahaan kerap menarik investasi untuk mengembangkan bisnisnya. Dana investasi yang didapat bisa dialokasikan untuk berbagai tujuan, seperti perluasan cabang usaha, peningkatan infrastruktur, hingga perekrutan lebih banyak karyawan. Apabila dilihat sekilas, investasi berdampak positif bagi perusahaan. Namun, jika dilihat lebih dalam, ada dampak investasi terhadap tata kelolalingkungan dan sosial yang terlibat dengan proyek perusahaan. Di sinillah ESG muncul sebagai standar baru dalam investasi bisnis.


YUK KENALAN SAMA ESG!

ESG adalah singkatan dari Environmental Social Governance, dikenal sebagai salah satu parameter pelaksanaan pembangunan SDGs. Aspek ESG merupakan konsep yang mengedepankan kegiatan pembangunan/investasi/bisnis yang berkelanjutan dengan tiga faktor utama, yaitu lingkungan (environment), sosial (social) dan tata kelola (governance). Artinya segala bentuk aktivitas maupun pengambilan keputusan perusahaan jasa keuangan hendaknya juga dapat menerapkan secara penuh prinsip- prinsip pelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang baik. ESG sendiri bertujuan untuk mengukur dampak sosial dan keberlanjutan investasi yang dilakukan perusahaan.


EKSISTENSI ESG DI INDONESIA

ESG kini semakin populer digunakan oleh para investor, mulai dari tingkat regional hingga global. Di Indonesia sendiri, penerapan ESG terus meningkat. Menurut Koordinator WKU III Kadin Indonesia Shinta Kamdani, sebetulnya perusahaan sudah banyak yang menjalankan unsur-unsur ESG dalam perusahaannya, namun mungkin mereka selama ini tidak menggunakan istilah ESG. Pasalnya bisnis-bisnis yang tidak menerapkan ESG, sudah pasti tidak mampu bertahan dalam persaingan bisnis global yang semakin ketat. Investasi bertema ESG dan SDG juga disebutkan mengalami tren peningkatan seiring semakin pedulinya investor terhadap isu-isu keberlanjutan. Pada 2016, Bursa Efek Indonesia mencatat hanya 1 produk ESG di pasar modal, sementara pada 2021 jumlahnya meningkat drastis menjadi 15 produk dengan nilai Rp3,45 triliun. Pemerintah pun telah menerbitkan SDG Bond perdana pada 2021 lalu dan juga obligasi bertema SDG senilai total Rp35,2 triliunSebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merumuskan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap I (2015-2019) untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pelaku sektor jasa keuangan dalam proses adopsi ekonomi rendah karbon. Kemudian, OJK juga telah menyelesaikan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II (2021-2025) dengan fokus pada pengembangan Taksonomi Hijau untuk mengklasifikasikan aktivitas pembiayaan dan investasi berkelanjutan. Salah satu langkah konkret dalam Roadmap II adalah integrasi Environmental, Social, and Governance (ESG) yang akan berlangsung dari 2021 hingga 2023. Pada tahun 2023, targetnya adalah melaksanakan aspek ESG, termasuk pelaporan lingkungan, sosial, dan tata kelola, serta pengembangan indikator kinerja kunci oleh sektor keuangan, termasuk produk-produk investasi.

Selain integrasi ESG, pemerintah juga mengambil langkah dalam mengatasi perubahan iklim dengan menerapkan kebijakan pajak karbon. Kebijakan ini diatur dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang disahkan oleh DPR pada Oktober 2021. Kebijakan tersebut menetapkan tarif minimum sebesar Rp30.000 atau USD2,10 per ton setara karbon dioksida ekuivalen (CO2e) melalui skema cap-and-trade untuk perusahaan yang melebihi ambang batas emisi mereka, kecuali perusahaan yang telah membeli kredit karbon.

Pengesahan undang-undang ini dilakukan beberapa minggu sebelum Konferensi Para Pihak (COP) ke-26 Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) di Glasgow, di mana Presiden Joko Widodo hadir pada November 2021. Pengesahan UU ini memperkuat komitmen Indonesia dalam isu perubahan iklim. Pajak karbon yang diberlakukan bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dengan mempromosikan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon. Selain aspek lingkungan, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara dan mengatasi defisit fiskal yang ditetapkan sebesar 3% dari PDB pada tahun 2023.

 

KENAPA ESG PENTING UNTUK DITERAPKAN?

ESG penting untuk diterapkan karena alasan-alasan berikut:

1.    Kepentingan Lingkungan: Penerapan faktor lingkungan dalam ESG membantu mengurangi dampak negatif perusahaan terhadap lingkungan, termasuperubahan iklim, polusi, dan kerusakan ekosistem. Ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem bumi dan mencegah kerusakan lingkungan yang dapat mempengaruhi seluruh planet.

2.    Tanggung Jawab Sosial: Faktor sosial dalam ESG menekankan tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan karyawan. Ini mencakup pemenuhan hak asasi manusia, keadilan sosial, kesejahteraan karyawan, dan kontribusi positif terhadap masyarakat di sekitar perusahaan.

3.    Pengelolaan Risiko: ESG membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengelola risiko yang berkaitan dengan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Dengan meminimalkan risiko seperti perubahan peraturan atau reputasi yang buruk, perusahaan dapat menghindari kerugian finansial yang signifikan.

4.    Reputasi dan Peluang: Praktik ESG yang baik membantu membangun reputasi positif perusahaan di mata investor, pelanggan, dan pemangku kepentingan lainnya. Ini membuka peluang akses ke modal, kemitraan strategis, dan dukungan konsumen yang lebih besar.

5.    Ketahanan Bisnis: Perusahaan yang memperhatikan ESG memiliki peluang yang lebih baik untuk bertahan dalam jangka panjang. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor berkelanjutan, perusahaan dapat mengadaptasi bisnis mereka dengan lebih baik dalam menghadapi perubahan pasar dan lingkungan.

6.    Permintaan Konsumen dan Investor: Konsumen dan investor semakin menyadari pentingnya isu ESG, dan mereka lebih cenderung memilih perusahaan yang berkomitmen pada praktik berkelanjutan. Ini menciptakan dorongan ekonomi untuk menerapkan ESG.

7.    Peraturan dan Kepatuhan: Banyak negara telah menerapkan peraturan yang memerlukan pelaporan ESG, dan ini akan terus berkembang. Penerapan ESG membantu perusahaan mematuhi peraturan dan menghindari sanksi hukum.

8.    Dampak Jangka Panjang: ESG bertujuan untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. Investasi dalam praktik berkelanjutan dapat membantu menghasilkan nilai jangka panjang dan menjaga kelangsungan perusahaan. Dengan menerapkan ESG, perusahaan berpotensi mencapai keseimbangan antara keuntungan ekonomi, perhatian terhadap lingkungan dan masyarakat, serta manajemen yang baik. Hal ini mendukung pembangunan berkelanjutan yang bermanfaat bagi semua pihak.


BAGAIMANA CARA UNTUK MEMULAI ESG?

berikut panduan sederhana untuk memulai perjalanan ESG :

1.  Tentukan Tujuan Anda: Kenapa Anda ingin melakukan pelaporan ESG? Apakah untuk menarik investor baru, meningkatkan citra perusahaan, atau mengatasi masalah sosial yang penting? Tujuan harus selaras dengan prioritas strategis perusahaan.

2.  Kenali Audiens Anda: Siapa yang peduli dengan informasi ESG Anda? Apakah investor, pelanggan, atau masyarakat umum? Identifikasi audiens Anda dan mengapa mereka peduli.

3.  Tentukan Materi yang Penting: Materialitas dalam ESG berarti informasi yang relevan dengan bisnis Anda. Pertimbangkan faktor-faktor seperti industri, ukuran, dan pelanggan. Pertanyaan yang penting: Apa yang perlu Anda laporkan untuk mencapai tujuan strategis Anda?

4.  Kumpulkan Data ESG: Bagaimana Anda akan mengumpulkan data ESG? Anda mungkin perlu menginvestasikan dalam sistem manajemen data yang baik. Ingatlah, ESG tidak hanya tentang angka; ini juga termasuk cerita tentang strategi dan tindakan yang Anda lakukan.

5.  Bagaimana Anda Menyebarkannya: Pertimbangkan cara Anda akan menyampaikan informasi ESG. Ini bisa melalui laporan resmi, laporan keuangan, atau bahkan dashboard interaktif di situs web Anda.

6.  Tentukan Frekuensi Pelaporan: Seberapa sering Anda akan melaporkan informasi ESG? Ini bisa tahunan, kuartalan, atau sesuai dengan siklus data Anda. Pastikan data yang Anda bagikan tetap akurat dan terkini.

7.  Tunjukkan Perbaikan: Jangan lupakan pentingnya perbaikan berkelanjutan. Di setiap laporan berikutnya, sertakan pembaruan tentang langkah-langkah yang Anda ambil untuk memperbaiki kinerja ESG Anda.

Ingatlah bahwa ESG adalah proses yang terus berjalan. Semakin kita melakukannya, semakin baik kita akan menjadi dalam melaporkan informasi yang relevan dan meningkatkan dampak positif perusahaan Anda dalam lingkungan dan masyarakat.


Dalam mengakhiri pembahasan ini, penting untuk diingat bahwa ESG (Environmental Social Governance) bukanlah sekadar tren, melainkan merupakan pondasi baru dalam dunia bisnis yang berkelanjutan. Ini tentang tanggung jawab terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola yang baik, menciptakan kesempatan bagi perusahaan untuk menjalankan bisnis yang memberikan dampak positif. Investasi berkelanjutan tidak hanya mencari keuntungan finansial, tetapi juga memberikan manfaat pada lingkungan dan masyarakat. Semua, baik investor, pemimpin bisnis, atau konsumen, memiliki peran dalam mendorong perusahaan untuk berinvestasi secara berkelanjutan. Dengan mempertimbangkan ESG dalam keputusan finansial dan bisnis kita, kita bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi semua. Mari kita jadikan ESG sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan memastikan investasi kita memberikan manfaat yang lebih luas. Itulah kunci untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua.



Refrensi :

Alpha JWC Ventures. (25 Juni 2023). “Apa itu ESG?.” Diakses dari: https://www.alphajwc.com/id/apa-itu-esg/

Otoritas Jasa Keuangan. (29 September 2022). “Kenali ESG: Aspek Keuangan Untuk Mendorong Capaian SDGS.” Diakses dari: https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/40772

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (12 November 2022). “Kementerian Keuangan Luncurkan Manual ESG. Diakses dari: https://www.kemenkeu.go.id/informasi- publik/publikasi/siaran-pers/Kementerian-Keuangan-Luncurkan-Manual-ESG

Greeneration Foundation. (15 September 2022). “ESG: Strategi Investasi Masa Depan Berkelanjutan. Diakses dari: https://greeneration.org/publication/green-info/esg- strategi-investasi-masa-depan-berkelanjutan/

Detik.com. (15 November 2021). “Mendorong Ekonomi Hijau Melalui Investasi ESG dan Pajak Karbon. Diakses dari: https://news.detik.com/kolom/d-5812296/mendorong- ekonomi-hijau-melalui-investasi-esg-dan-pajak-karbon

Plante Moran. (1 September 2022). “ESG Reporting: Seven Steps to Get Started.” Diakses dari: https://www.plantemoran.com/explore-our-thinking/insight/2021/10/esg- reporting-seven-steps-to-get-started

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama